{"id":38,"date":"2021-11-06T15:37:00","date_gmt":"2021-11-06T15:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/?p=38"},"modified":"2021-11-27T14:02:36","modified_gmt":"2021-11-27T14:02:36","slug":"banyak-manfaat-dari-kayu-manis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/2021\/11\/06\/banyak-manfaat-dari-kayu-manis\/","title":{"rendered":"Banyak Manfaat Dari Kayu Manis"},"content":{"rendered":"\n<p>Kayu manis merupakan tumbuhan asli Asia Selatan, Asia Tenggara dan daratan<br>Cina, Indonesia termasuk didalamnya. Tumbuhan ini termasuk famili Lauraceae yang<br>memiliki nilai ekonomi dan merupakan tanaman tahunan yang memerlukan waktu lama<br>untuk diambil hasilnya. Hasil utama kayu manis adalah kulit batang dan dahan, sedang hasil<br>samping adalah ranting dan daun.<\/p>\n\n\n\n<p>Kulit kayu manis (cinnamon) merupakan salah satu jenis rempah-<br>rempah yang menjadi komoditi perdagangan penting pada saat ini. Dalam pasar<br>kulit kayu manis dunia, Indonesia merupakan penghasil kulit kayu manis terbesar.<br>Tetapi selama ini Indonesia masih mengekspornya dalam bentuk gulungan kulit<br>kayu manis (quill) yang mempunyai nilai ekonomi masih rendah bila<br>dibandingkan dalam bentuk minyak atsiri atau oleoresin. Kandungan utama dalam<br>minyak atsiri kayu manis adalah sinamaldehid. Minyak atsiri kayu manis selama<br>ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, parfum, flavor makanan dan<br>minuman, serta sebagai antiseptik dan antimikroba dalam bidang kedokteran.<br>Minyak atsiri kayu manis secara komersial diproduksi dengan cara penyulingan<br>atau destilasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Cinnamomum burmannii yang bersinonim dengan C. chinese,<br>C. dulce, dan C. kiamis ini berasal dari Indonesia. Dalam dunia<br>perdagangan, C. burmannii dikenal dengan cassiavera, kaneel cassia, atau<br>padang kaneel. Selain nama dagang tersebut, di Indonesia dikenal dengan<br>beragam nama seperti kaningar, holim, holim manis, modang siak-siak,<br>padang kulik manis (Sumatera); huru mentek, kiamis, manis jangan<br>(Jawa); kanyengar (Madura); kesingar, kecingar, cingar (Bali); kuninggu<br>(Sumba); dan puu ndinga (Flores).<\/p>\n\n\n\n<p>Kayu manis biasanya ditemukan di Sumatera Barat di wilayah kota<br>Padang. Tanaman kayu manis tumbuh di tempat yang<br>panas, basah, beriklim tropis baik liar dan komersial .&nbsp; Pada umumnya, bentuk&nbsp; komersial kayu manis di Indonesia<br>yaitu gulungan kulit kayu manis (quill) dan bubuk kayu manis.<\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat minyak kayu manis adalah memiliki efek untuk<br>mengeluarkan angin (karminatif), dan membangkitkan selera atau<br>menguatkan lambung (stomakik). Selain itu, minyaknya dapat digunakan<br>dalam industri sebagai obat kumur dan pasta, penyegar bau sabun,<br>detergen, lotion, parfum, dan cream. Untuk pengolahan makanan dan<br>minuman, minyak kayu manis sudah lama dimanfaatkan sebagai pewangi<br>atau openingkat cita rasa, diantaranya untuk minuman keras, minuman<br>ringan (softdrink), agar-agar, kue, kembang gula, bumbu gulai dan sup.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikutip dari:<\/p>\n\n\n\n<p>Tasia, W. R. N., &amp; Widyaningsih, T. D. (2014). JURNAL REVIEW: POTENSI CINCAU HITAM (Mesona palustris Bl.), DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) SEBAGAI BAHAN BAKU MINUMAN HERBAL FUNGSIONAL [IN PRESS OKTOBER 2014]. <em>Jurnal Pangan dan Agroindustri<\/em>, <em>2<\/em>(4), 128-136.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuliarto, F. T. (2012). Pengaruh ukuran bahan dan metode destilasi (destilasi air dan destilasi uap-air) terhadap kualitas minyak atsiri kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Kayu manis merupakan tumbuhan asli Asia Selatan, Asia Tenggara dan daratanCina, Indonesia termasuk didalamnya. Tumbuhan ini termasuk famili Lauraceae yangmemiliki nilai ekonomi dan merupakan tanaman ...","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,1],"tags":[],"class_list":["post-38","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-informasi","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72,"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38\/revisions\/72"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/caturpradipa.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}